Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua mengimbau masyarakat Kota Jayapura tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi maupun ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban. Imbauan tersebut disampaikan menyikapi rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung di sejumlah titik di wilayah Jayapura.
LMA menilai seluruh pihak memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Sebagaimana disadur dari JPNN.com Jakarta, seruan itu juga ditujukan untuk mendorong penyampaian aspirasi berlangsung secara tertib dan bertanggung jawab.
Menjaga Ruang Demokrasi Tetap Tertib
Ketua LMA Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, menyampaikan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut perlu dijalankan dengan memperhatikan ketertiban umum serta kepentingan masyarakat luas. Aksi menyampaikan aspirasi diharapkan tidak menimbulkan keresahan, kerugian, maupun gangguan terhadap aktivitas warga dan pelayanan publik. Sikap tertib menjadi penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima tanpa memicu persoalan baru di tengah masyarakat.
Menurut Yan, masyarakat perlu menyaring berbagai informasi yang beredar, terutama narasi atau ajakan yang berpotensi memperkeruh keadaan. Warga diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas dan tidak ikut menyebarkan kabar yang dapat meningkatkan ketegangan. Dalam situasi menjelang demonstrasi, ketenangan publik menjadi modal penting untuk menjaga komunikasi antarkelompok tetap terbuka.
Pendekatan tersebut juga dapat membantu memastikan kegiatan masyarakat dan roda perekonomian di Jayapura tetap berjalan.
Antisipasi Keamanan Sejak Awal
LMA Papua meminta aparat keamanan melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura. Antisipasi sejak awal dinilai diperlukan untuk mencegah munculnya gesekan selama kegiatan berlangsung. Pengamanan diharapkan dilakukan secara terukur dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Koordinasi antara aparat, penyelenggara aksi, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko gangguan di lapangan.
Yan menilai pencegahan perlu dilakukan sebelum terjadi insiden, bukan hanya setelah muncul persoalan. Karena itu, komunikasi yang jelas mengenai lokasi, waktu, dan tata tertib aksi dapat membantu semua pihak memahami batas tanggung jawab masing-masing.
Masyarakat juga diimbau menghindari titik-titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan langsung, serta tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan orang lain. Dengan pengelolaan yang baik, penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman tanpa menghambat mobilitas warga.
Pelajaran dari Pengalaman Sebelumnya
LMA Papua turut mengingatkan pengalaman kericuhan yang pernah terjadi di Kota Jayapura pada 2019. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa situasi yang tidak dikelola secara hati-hati dapat berdampak luas terhadap keamanan, aktivitas ekonomi, dan rasa nyaman masyarakat. Oleh sebab itu, semua pihak diminta mengedepankan sikap menahan diri serta menyelesaikan perbedaan melalui jalur komunikasi yang tersedia. Aparat dan masyarakat diharapkan bersama-sama mencegah pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana.
Imbauan LMA Papua menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak menyampaikan aspirasi dan kewajiban memelihara ketertiban umum. Keamanan Jayapura bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga membutuhkan partisipasi masyarakat, tokoh adat, penyelenggara aksi, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan komitmen bersama untuk menolak provokasi dan menghormati aturan, kegiatan demokrasi dapat berlangsung secara damai.
Kondisi yang aman dan stabil akan mendukung keberlanjutan pelayanan publik, kegiatan usaha, serta kehidupan sosial masyarakat di Kota Jayapura.

