Empat musisi asal Papua, yakni Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa Soa, turut membawa semangat Indonesia dalam rangkaian Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Mereka memimpin penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya saat menyambut kedatangan kontingen Indonesia di Nagoya pada 18 September 2026.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan talenta dan kekayaan budaya Papua dalam ruang internasional sekaligus memberikan dukungan moral bagi para atlet nasional.
Musisi Papua Hadir di Rumah Indonesia
Sehari setelah penyambutan kontingen, para musisi tersebut membawakan sejumlah lagu nasional dan lagu asal Papua dalam peresmian Rumah Indonesia di Nagoya, Sabtu, 19 September 2026. Acara itu dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Chef de Mission Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini P Sjahrir, serta para atlet dan ofisial Indonesia.
Penampilan tersebut memperkuat peran Rumah Indonesia sebagai ruang pertemuan, dukungan, dan pengenalan identitas kebudayaan Indonesia selama perhelatan olahraga berlangsung.
Berdasarkan informasi yang disadur dari detikNews, keikutsertaan para musisi Papua dalam kegiatan di Nagoya mendapat dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI). Dukungan itu membuka kesempatan bagi talenta Papua untuk memperoleh pengalaman baru, tampil di panggung internasional, serta berinteraksi dengan lingkungan profesional yang lebih luas. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di Papua dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk musik dan industri kreatif.
Panggung Internasional untuk Talenta Daerah
Nowela Mikhelia menyebut kesempatan tampil di tengah perhelatan Asian Games sebagai pengalaman penting dalam perjalanan bermusiknya. Menurut dia, kehadiran di Nagoya bukan hanya untuk menyanyikan lagu kebangsaan, tetapi juga untuk membawa identitas Papua dan memberikan dukungan langsung kepada atlet Indonesia yang berjuang di Aichi-Nagoya.
“Bisa berada di sini, membawa Papua dan menyanyikan Indonesia Raya untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet Indonesia adalah pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Kami datang dari Papua membawa doa dan semangat untuk Indonesia,” ujar Nowela dalam keterangan tertulis pada 26 September 2026.
Nowela juga menyampaikan apresiasi kepada PTFI karena telah mendukung perjalanan dan penampilan mereka di Jepang. Ia berharap kesempatan serupa dapat dirasakan lebih banyak talenta Papua sehingga mereka memiliki ruang untuk memperlihatkan karya dan kemampuan kepada masyarakat internasional. Bagi para musisi, pengalaman tersebut menjadi sarana untuk memperluas jejaring, meningkatkan kepercayaan diri, dan menunjukkan bahwa talenta dari daerah memiliki kapasitas untuk tampil dalam agenda global.
Dukungan Budaya bagi Kontingen Indonesia
Todotua Pasaribu menilai kehadiran musisi Papua memberikan warna sekaligus energi tambahan bagi Tim Indonesia di Nagoya. Ia menyatakan bahwa para musisi tersebut membawa kekayaan budaya Papua dan semangat kebangsaan dalam suasana kompetisi olahraga internasional. Kehadiran mereka dinilai memperkaya dukungan nonpertandingan bagi atlet dan ofisial yang sedang menjalankan tugas membela Indonesia di Asian Games 2026.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan partisipasi para musisi Papua merupakan bagian dari semangat kebersamaan untuk mendukung perjuangan atlet Indonesia. Ia menegaskan bahwa Papua memiliki banyak talenta dengan karya dan potensi yang membanggakan. Menurut Tony, pembukaan akses terhadap pengalaman baru dan panggung yang lebih luas penting agar talenta-talenta tersebut dapat berkembang sekaligus membawa identitas Papua ke tingkat internasional.
Perjalanan Nowela, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa Soa ke Nagoya memperlihatkan bahwa kontribusi Papua dalam agenda nasional dapat hadir melalui bidang olahraga, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Penampilan mereka menyatukan ekspresi budaya daerah dengan semangat kebangsaan di hadapan kontingen Indonesia dan mitra internasional.
Dari Nagoya, para musisi itu membawa pesan bahwa penguatan kesempatan bagi talenta daerah dapat menjadi bagian dari pembangunan manusia dan promosi budaya Indonesia di dunia.


