Pemerintah Provinsi Papua Tengah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Distrik Dervos dan Distrik Doufo, Kabupaten Puncak, sebagai langkah memperluas akses kelistrikan bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Dua fasilitas tersebut masing-masing memiliki kapasitas 30 kilowatt-peak (kWp) dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah warga serta fasilitas umum.
Kehadiran infrastruktur energi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan hingga kawasan pegunungan dan lembah di Papua Tengah.
Energi Surya Menopang Kebutuhan Warga
PLTS di Distrik Dervos saat ini melayani sekitar 110 rumah warga. Selain pemukiman, aliran listrik juga dimanfaatkan oleh gereja, kantor distrik, sekolah, dan puskesmas yang menjadi fasilitas penting bagi masyarakat setempat. Dengan tersedianya sumber energi yang lebih memadai, kegiatan pemerintahan, pelayanan kesehatan, aktivitas keagamaan, dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
Sementara itu, PLTS di Distrik Doufo melayani sekitar 70 rumah warga serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut. Pembangunan kedua PLTS itu memberikan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan layanan dasar akibat kondisi geografis dan jauhnya jangkauan infrastruktur.
Berdasarkan informasi yang disadur dari ANTARA News Papua Tengah, pengembangan kelistrikan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat pelayanan publik di dua distrik tersebut.
Memperkuat Pendidikan di Wilayah Pedalaman
Keberadaan listrik juga dipandang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Dervos dan Doufo. Dukungan energi memungkinkan fasilitas sekolah digunakan secara lebih optimal dan menciptakan kondisi belajar yang lebih baik bagi peserta didik di wilayah pedalaman. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai pembangunan infrastruktur kelistrikan harus berjalan beriringan dengan pengembangan layanan pendidikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Setelah kebutuhan listrik terpenuhi, pemerintah provinsi menyiapkan pembangunan sekolah di Distrik Doufo pada tahun berikutnya. Sekolah tersebut diharapkan dapat melayani anak-anak dari sejumlah wilayah sekitar, termasuk Rovai, Dervos, Doufo, Kirotoi, dan daerah lainnya. Rencana itu menunjukkan bahwa pembangunan energi ditempatkan sebagai fondasi untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan.
Pengelolaan Berkelanjutan dan Perluasan Layanan
Pengembangan layanan pendidikan selanjutnya juga diarahkan ke wilayah Fawi, Hagai, dan Torere sebagai bagian dari pembangunan layanan dasar di Papua Tengah. Langkah tersebut memperlihatkan adanya keterkaitan antara penyediaan listrik, pembangunan sekolah, serta penguatan fasilitas kesehatan dan pemerintahan. Dengan infrastruktur dasar yang tersedia, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk menghadirkan pelayanan yang terencana di wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses.
Setelah pembangunan rampung, PLTS di Dervos dan Doufo diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Puncak untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi masyarakat. Skema ini menempatkan pemerintah daerah sebagai pihak yang melanjutkan pengelolaan fasilitas agar manfaatnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Pengelolaan di tingkat kabupaten juga penting untuk memastikan kebutuhan operasional dan pemanfaatan listrik tetap terhubung dengan prioritas pembangunan setempat.
Kepala Distrik Dervos Terius Wonda menyampaikan bahwa keberadaan PLTS memberikan manfaat langsung karena mampu menerangi tujuh kampung di wilayah tersebut. Menurut dia, pembangunan pembangkit listrik itu memiliki arti penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Distrik Dervos. Dengan tersedianya listrik, masyarakat di wilayah pedalaman diharapkan memperoleh akses layanan dasar yang lebih baik serta dapat mendukung berbagai aktivitas harian secara lebih efektif.


