Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti meninjau sejumlah proyek infrastruktur strategis di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom, Papua, pada 14 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan jalan, irigasi, sarana pendidikan, hingga perlindungan kawasan pesisir berjalan sesuai target.
Berdasarkan informasi yang disadur dari detikNews, peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Infrastruktur Jalan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan pembangunan Instruksi Presiden Jalan Daerah di Kampung Skory, Kabupaten Jayapura. Ribka menekankan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi harus memperluas akses masyarakat terhadap pusat ekonomi dan layanan publik. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan, mendukung distribusi hasil pertanian, membuka peluang pariwisata, serta menekan hambatan mobilitas barang dan orang.
Dalam peninjauan yang sama, rombongan melihat kesiapan Papua Youth Creative Hub sebagai fasilitas pengembangan kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan generasi muda Papua. Keberadaan pusat tersebut diproyeksikan menjadi ruang bagi pengembangan kapasitas anak muda, termasuk melalui kegiatan kreatif dan inovatif yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Pemerintah menilai pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia agar manfaat investasi infrastruktur menghasilkan dampak jangka panjang.
Irigasi dan Pertanian Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Dari Kabupaten Jayapura, rombongan melanjutkan perjalanan ke Arso XIV, Kabupaten Keerom, untuk meninjau pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT. Infrastruktur ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang swasembada pangan. Kehadiran jaringan irigasi diharapkan meningkatkan kepastian pasokan air bagi lahan pertanian, memperkuat produktivitas kelompok tani, dan mendukung pengembangan sentra pangan di daerah.
Dalam dialog bersama masyarakat dan kelompok tani, muncul aspirasi mengenai kebutuhan alat serta mesin pertanian. Masyarakat juga mengusulkan agar program pertanian berbasis kelompok tani ditempatkan sebagai prioritas sehingga dukungan pemerintah dapat lebih terarah dan sesuai kondisi lapangan. Ribka menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, dengan aspirasi warga menjadi bagian penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.
Pendidikan, Konektivitas, dan Perlindungan Pesisir
Peninjauan berikutnya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al Fitrah. Secara umum, proses renovasi sekolah dinilai telah sesuai dengan spesifikasi teknis, meskipun masih diperlukan pemenuhan fasilitas smart board dan penambahan ruang kelas. Kebutuhan tersebut akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait agar peningkatan kualitas bangunan diikuti kelengkapan sarana belajar yang mendukung proses pendidikan siswa.
Masih di Kabupaten Keerom, rombongan meninjau pembangunan Jalan Warbo yang juga termasuk Program Inpres Jalan Daerah. Masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan konektivitas sekaligus berharap Program Cetak Sawah dapat segera direalisasikan. Aspirasi itu menunjukkan keterkaitan erat antara pembangunan jalan, penguatan sektor pertanian, dan perluasan peluang ekonomi masyarakat di wilayah yang sedang berkembang.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan pembangunan tanggul pengaman Pantai Holtekamp. Hasil pemantauan menunjukkan abrasi telah mendekati badan jalan sehingga percepatan pembangunan tanggul dinilai penting untuk melindungi infrastruktur strategis di kawasan pesisir. Ribka memastikan seluruh hasil peninjauan akan menjadi bahan koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar program prioritas dapat diselesaikan sesuai target.
Pemerintah selanjutnya dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk memantau proyek infrastruktur strategis lainnya.


