Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat infrastruktur dasar di Kabupaten Mamberamo Raya, terutama fasilitas kesehatan, pendidikan, dan akses transportasi. Langkah tersebut diambil setelah kunjungan kerja bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah ke Puskesmas Bagusa Trimuris, Distrik Mamberamo Hilir, pada Sabtu (16/5).
Dalam kunjungan itu, pemerintah menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani agar pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah pesisir dapat berlangsung lebih optimal.
Penguatan Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua, kunjungan Gubernur Fakhiri mencakup peninjauan langsung terhadap kondisi layanan kesehatan, pendidikan, serta akses transportasi masyarakat. Puskesmas Bagusa Trimuris menjadi salah satu fasilitas penting bagi warga, termasuk dalam pelayanan kesehatan anak, penanganan malaria, pencegahan stunting, dan pengendalian penyakit menular lainnya.
Meskipun fasilitas kesehatan telah tersedia, dukungan tambahan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi masih diperlukan agar operasional serta jangkauan pelayanan dapat berjalan secara maksimal.
Fakhiri menyampaikan bahwa kondisi geografis dan tingginya tingkat kesulitan transportasi menjadi tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Mamberamo Raya. Karena itu, pembenahan fasilitas kesehatan tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah pusat, dan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya.
Koordinasi lintas pemerintahan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan sarana pendukung, meningkatkan kesinambungan layanan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan tanpa harus menghadapi hambatan geografis yang berlebihan.
Pendidikan dan Sarana Pendukung Menjadi Prioritas
Selain fasilitas kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pemerintah menilai kondisi sarana pendidikan di wilayah yang ditinjau masih jauh dari harapan, terutama karena keterbatasan perlengkapan pendukung kegiatan belajar mengajar. Ketersediaan rumah guru yang masih minim turut menjadi persoalan karena dapat memengaruhi keberlanjutan proses pembelajaran dan kehadiran tenaga pendidik di kawasan terpencil.
Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan intervensi secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Mamberamo Raya. Pendekatan bertahap diperlukan agar pembangunan dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, kondisi lapangan, serta kemampuan pembiayaan dan pelaksanaan program. Dengan dukungan sarana pendidikan yang lebih memadai, pemerintah berharap pelayanan belajar mengajar dapat berkembang sejalan dengan peningkatan layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur dasar lainnya.
Rencana Jalur Darat dan Pelabuhan Singgah
Persoalan konektivitas menjadi bagian penting dari rencana pembangunan di kawasan tersebut. Pemerintah menyiapkan pembahasan pembangunan jalur darat alternatif yang menghubungkan Trimuris menuju Kasonaweja atau Sonaweja. Jalur ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai, yang selama ini menjadi salah satu pilihan utama perjalanan, tetapi memiliki risiko keselamatan karena kondisi arus yang deras.
Gubernur Fakhiri juga menyampaikan rencana penyiapan sejumlah pelabuhan singgah untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah pesisir Mamberamo Raya. Infrastruktur tersebut diharapkan memperbaiki konektivitas antarkawasan, memudahkan distribusi kebutuhan pokok dan layanan pemerintah, serta mendukung akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Berdasarkan informasi yang disadur dari ANTARA News Papua, pemerintah menegaskan bahwa dukungan kepada Kabupaten Mamberamo Raya akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antarlembaga, sehingga pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat secara lebih aman, teratur, dan berkelanjutan.


