Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyampaikan sejumlah rencana pembangunan untuk Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, dalam kunjungan kerja pada 16 September 2026. Agenda tersebut mencakup pembangunan jalan dari Makataka menuju Hitadipa, pengoperasian fasilitas tenaga surya, dukungan pembangunan Gereja Induk Hitadipa, serta penataan kawasan. Rangkaian program itu diarahkan untuk memperkuat konektivitas, pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Jalan Makataka-Hitadipa Jadi Prioritas Konektivitas
Sebagaimana disadur dari Timika eXpress, pemerintah provinsi merencanakan pembangunan akses jalan dari Makataka menuju Hitadipa mulai tahun ini. Gubernur menyebut pembangunan jalan menjadi perhatian serius karena jalur tersebut berperan penting dalam memperlancar mobilitas penduduk dan distribusi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan akses yang lebih baik juga diharapkan mendukung pelayanan pemerintahan, mempercepat pergerakan barang, serta membuka ruang bagi aktivitas ekonomi lokal untuk berkembang.
Rencana konektivitas itu tidak berhenti pada satu wilayah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan pembangunan dan peningkatan akses ke depan akan terus didorong dari Sugapa menuju Hitadipa, Homeyo, Pogapa, dan daerah lainnya. Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pusat-pusat permukiman, fasilitas publik, serta kawasan yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan transportasi.
Dukungan Anggaran untuk Gereja dan Energi Terbarukan
Di bidang pembangunan fasilitas keagamaan, Gereja Induk Hitadipa masuk dalam rencana pembangunan pada 2027. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp6 miliar, sedangkan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mengalokasikan Rp5 miliar. Dengan demikian, total dukungan yang direncanakan mencapai Rp11 miliar, sebuah skema pembiayaan bersama yang menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memenuhi kebutuhan fasilitas masyarakat.
Sektor kelistrikan juga menjadi perhatian melalui rencana pengoperasian fasilitas tenaga surya atau solar cell pada 2027. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai memasok listrik bagi masyarakat Hitadipa dan menyiapkan anggaran operasional setiap tahun untuk menjaga keberlanjutannya. Kepastian dukungan operasional menjadi unsur penting agar infrastruktur energi tidak hanya dibangun, tetapi juga dapat berfungsi secara konsisten dalam jangka panjang.
Penataan Kawasan dan Penguatan Layanan Dasar
Selain membangun infrastruktur dasar, pemerintah provinsi mendorong penataan kawasan Hitadipa secara terencana. Gubernur berencana meminta Dinas Pekerjaan Umum menugaskan tenaga teknis untuk menyusun desain pembangunan dan tata kota, sehingga pertumbuhan wilayah memiliki arah yang jelas. Perencanaan sejak awal diharapkan menjadi dasar pengembangan Hitadipa dalam 20 hingga 30 tahun mendatang, termasuk dalam penentuan lokasi fasilitas publik, permukiman, dan jaringan infrastruktur pendukung.
Penguatan layanan pendidikan turut masuk dalam agenda pembangunan Papua Tengah. Pemerintah provinsi mendorong pembangunan fasilitas pendukung bagi siswa, salah satunya melalui asrama siswa di Sugapa. Penyediaan sarana tersebut penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari wilayah yang jauh dari pusat layanan, sekaligus membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kunjungan langsung ke distrik dan kampung dinilai penting untuk memastikan kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kondisi lapangan. Dalam pertemuan dengan masyarakat, Meki meminta dukungan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya agar komunikasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi berjalan efektif.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, DPRK, dan masyarakat menjaga persatuan tanpa membedakan latar belakang suku, sehingga program pembangunan dapat dilaksanakan secara bertahap, terkoordinasi, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Hitadipa.
