Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalokasikan Rp590,39 miliar pada 2026 untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur di berbagai distrik. Anggaran tersebut diarahkan untuk pekerjaan jalan, jembatan, drainase, fasilitas air bersih, gedung, normalisasi sungai, serta penataan ruang. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan pembangunan dari kawasan perkotaan hingga wilayah pesisir dan pedalaman.
Anggaran Infrastruktur Terbagi dalam Empat Bidang
Sebagaimana disadur dari ANTARA News Papua Tengah, Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi menjelaskan bahwa total anggaran yang dikelola instansinya pada 2026 mencapai Rp611,78 miliar. Nilai tersebut mencakup anggaran sekretariat sebesar Rp21,39 miliar untuk belanja rutin dan belanja pegawai. Dengan demikian, alokasi untuk program pembangunan fisik dan penataan ruang mencapai Rp590,39 miliar.
Anggaran pembangunan itu tersebar pada empat bidang utama. Bidang bina marga memperoleh porsi Rp307,59 miliar untuk pembangunan jalan, jembatan, dan drainase. Sementara itu, bidang cipta karya mengelola Rp216,54 miliar yang digunakan untuk pembangunan fasilitas air bersih, jalan lingkungan, dan gedung.
Bidang sumber daya air mendapatkan alokasi Rp51,53 miliar untuk mendukung normalisasi sungai, pembangunan drainase atau talud di daerah aliran sungai, serta bangunan pelindung pantau. Adapun bidang tata ruang mengelola Rp14,71 miliar untuk penyusunan dokumen pemanfaatan ruang dan perencanaan penggunaan ruang. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga mencakup pengelolaan air, layanan dasar, dan kepastian arah pemanfaatan wilayah.
Pembangunan Menjangkau Wilayah Pesisir dan Pedalaman
Sejak 2025, Dinas PUPR Mimika mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur ke distrik yang berada jauh dari Kota Timika. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Distrik Agimuga, Mimika Barat, serta sejumlah distrik di kawasan pesisir pantai dan pedalaman. Arah kebijakan ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong, untuk membangun Mimika dari kampung hingga kota.
Pemerataan infrastruktur di wilayah yang lebih terpencil memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok. Jalan dan jembatan yang lebih baik dapat mendukung akses warga menuju pusat layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi. Pada saat yang sama, pembangunan fasilitas air bersih dan drainase membantu memperkuat kualitas lingkungan permukiman dan layanan dasar di distrik.
Jalan Hotmix dan Penyelesaian Gedung Pemerintahan
Khusus di Distrik Agimuga, Dinas PUPR Mimika merencanakan pembangunan jalan raya dengan konstruksi hotmix. Teknologi tersebut menggunakan campuran agregat berupa batu dan pasir serta aspal yang dipanaskan pada suhu tinggi, sehingga menghasilkan permukaan jalan yang kuat, rata, dan lebih tahan lama. Pembangunan ini diharapkan memperkuat konektivitas Agimuga dengan wilayah lain sekaligus membuka dukungan infrastruktur bagi aktivitas masyarakat setempat.
Selain jaringan jalan, pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan dua gedung perkantoran, yakni Kantor Imigrasi Timika dan Kantor Dinas PUPR yang berlokasi di Kampung Limau Asri SP5 Timika. Kedua proyek tersebut telah dimulai secara bertahap sejak 2024. Penyelesaiannya akan menambah kapasitas layanan pemerintahan dan menyediakan fasilitas kerja yang lebih memadai bagi penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Mimika.


