Yosias Saroy terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026-2030 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Kamis malam, 17 September 2026. Dalam pemungutan suara tersebut, Saroy memperoleh 26 suara dari total 45 suara yang tersedia. Hasil itu menempatkannya sebagai pemimpin baru organisasi olahraga di Papua Barat untuk masa bakti empat tahun ke depan.
Proses pemilihan berlangsung setelah rangkaian persidangan yang cukup alot dan diwarnai sejumlah protes dari peserta musyawarah. Berdasarkan informasi yang disadur dari Tabura Pos, sebanyak 19 suara tidak tersalurkan karena pemilik hak suara tidak mengambil surat suara meskipun telah dipanggil sebanyak tiga kali. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari dinamika Musorprovlub, sekaligus tercatat dalam proses penetapan hasil pemilihan.
Musyawarah Menetapkan Kepemimpinan Baru
Pemungutan suara dipimpin tiga dari lima unsur Pimpinan Sidang Tetap Musorprovlub KONI Papua Barat. Ketiga pimpinan sidang tersebut adalah Levianus Wanggai selaku ketua, Maklon Dowansiba sebagai wakil ketua, dan Arianta Damanik sebagai sekretaris. Sementara itu, dua wakil ketua lainnya, yakni Bons Rumbruren dan Godlief Baransano, memutuskan untuk turun dari posisi pimpinan sidang tetap.
Setelah proses pemungutan suara selesai, Pimpinan Sidang Tetap menetapkan perolehan suara dan mengesahkan Yosias Saroy sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat terpilih periode 2026-2030. Penetapan tersebut menjadi tahap akhir dari agenda utama Musorprovlub yang digelar untuk menentukan kepemimpinan organisasi olahraga tingkat provinsi. Dengan keputusan itu, KONI Papua Barat memiliki mandat kepemimpinan baru untuk menjalankan program pembinaan olahraga selama empat tahun mendatang.
Mandat Pembinaan Olahraga dan Prestasi Daerah
Kepemimpinan baru KONI Papua Barat akan berperan penting dalam mengoordinasikan pembinaan atlet, penguatan cabang olahraga, serta hubungan kerja dengan organisasi olahraga dan pemerintah daerah. Tantangan tersebut mencakup penataan program secara berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, pemetaan potensi atlet, dan pengelolaan dukungan pembiayaan secara transparan. Langkah-langkah itu diperlukan agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi juga menghasilkan prestasi yang terukur.
Hasil Musorprovlub juga membuka ruang bagi konsolidasi internal setelah proses pemilihan yang berlangsung dinamis. Kepemimpinan Yosias Saroy diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan seluruh pemilik hak suara, pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan tata kelola yang tertib dan program yang berbasis kebutuhan daerah, KONI Papua Barat dapat memperluas akses pembinaan olahraga, menciptakan peluang bagi talenta muda, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat.