Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan akan menyelenggarakan Festival Digoel Pertama 2025 di Kabupaten Boven Digoel sebagai upaya memperkuat pelestarian seni, tradisi, dan warisan budaya masyarakat setempat. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kelompok seni dan generasi muda, berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ruang Promosi Budaya dan Pariwisata Lokal
Sebagaimana disadur dari Papua Selatan Pos, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Martinus Mahuze mengatakan, festival ini untuk pertama kalinya digelar di Boven Digoel. Penyelenggaraan tersebut diarahkan untuk mengangkat budaya dan tradisi masyarakat Boven Digoel, mempererat kebersamaan, serta mempromosikan potensi seni dan pariwisata lokal.
Dengan agenda yang mempertemukan pelaku budaya dan masyarakat, festival diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap kekayaan budaya daerah.
Menurut Martinus, nilai-nilai luhur, ritual, dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun perlu terus dihidupkan dan dikenalkan kepada generasi penerus. Festival dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperlihatkan praktik budaya secara terbuka, sekaligus mendorong proses pembelajaran lintas generasi. Upaya tersebut penting agar kebudayaan lokal tidak hanya tersimpan sebagai catatan sejarah, tetapi tetap dipahami dan dijalankan dalam kehidupan masyarakat.
Persiapan festival dilakukan melalui komunikasi antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel. Koordinasi juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boven Digoel. Keterlibatan sejumlah perangkat daerah menunjukkan bahwa kegiatan budaya diposisikan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Partisipasi Masyarakat Menjadi Kunci
Martinus berharap seluruh pihak memberikan dukungan agar Festival Digoel Pertama berjalan baik. Ia menyampaikan bahwa pembukaan kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Gubernur Papua Selatan, sehingga kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan acara. Dukungan itu mencakup partisipasi dalam pertunjukan, penyediaan karya budaya, kelancaran penyelenggaraan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban selama festival.
Bupati Boven Digoel Roni Omba menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan. Ia mendorong kelompok masyarakat yang bergerak di bidang seni dan budaya memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menampilkan kreasi, produk kerajinan tangan, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lokal. Kehadiran karya-karya tersebut dapat memperkuat ruang promosi bagi pelaku seni sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
Roni juga menekankan pentingnya keterlibatan kalangan muda sebagai penerus pelestarian seni budaya Boven Digoel. Partisipasi generasi muda dapat diwujudkan melalui pertunjukan, pengenalan tradisi, produksi kerajinan, dokumentasi, maupun kegiatan pendukung lainnya. Dengan dukungan pemerintah, pelaku budaya, keluarga, dan masyarakat, Festival Digoel 2025 berpotensi menjadi agenda yang mempertemukan pelestarian identitas daerah dengan penguatan jejaring pariwisata serta perekonomian lokal secara berkelanjutan.
